Friday, December 12, 2008

Elkann : Juventus Vs Milan Deby d'italia yang sesungguhnya


Pemilik Juventus Lapo Elkann mengatakan pertandingan melawan AC Milan adalah derby d'Italia sesungguhnya dibandingkan menghadapi Inter Milan.

Julukan derby tersebut selalu disematkan untuk partai antara Juventus dan Inter karena keduanya merupakan klub terbesar di Italia dan memiliki banyak pendukung.

Akan tetapi, selama dua dekade terakhir Milan telah menggeser rival sekotanya tersebut dalam hal fans dan raihan gelar.

"Juventus-Milan adalah derby d'Italia sesungguhnya," ujar Elkann, pewaris kerajaan bisnis Agnelli.

"Ini bukanlah partai seperti yang lainya karena di lapangan nanti kami akan melihat dua klub tersukses di dunia, dua klub termasyhur dengan banyak trofi yang diraih," tambahnya.

Kedua tim saat ini terpaut enam angka di belakang Inter, namun Elkann tidak menganggap partai nanti sebagai penentu siapa yang berhak meraih gelar Serie A.

"Mulai Januari nanti akan diketahui siapa yang memiliki peluang lebih baik bagi setiap tim untuk meraih scudetto," tukasnya.

Ketika ditanya pemain Milan mana yang ingin dimilikinya, Elkann memilih Ronaldinho.

"Saya memilihnya karena kenyataan bahwa saya menyukai sepakbola yang menghibur," pungkas Elkann.
Read More......

Yang terbaik di Italia


Juventus adalah klub dengan kisah sukses terbanyak di Seri A, tapi di level internasional AC Milan mampu mengangkangi seteru abadinya itu. Saat keduanya bertemu, status terbaik di Seri A jadi rebutan.

Pernyataan Lapo Elkann yang menyebut laga Juve kontra Milan sebagai derby d'Italy sesungguhnya mungkin tak salah. Faktanya dua klub tersebut merupakan yang tersukses dalam hal pengumpulan tropi di tanah Italia.

Dati titel juara Seri A alias Scudetto Juventus masih memimpin jauh dengan perolehan 27 titel yang dikuntit Milan dengan 17 gelar juara. Sementara Inter masih duduk di posisi tiga dengan 16 helar didapat.

Keunggulan Milan dan Juventus tak cuma di jumlah Scudetto yang sudah didapat. Pada ajang Copa Italia, Binaconeri kembali lebih dominan dengan sembilan kali jadi kampiun, sedangkan Rossoneri baru lima kali jadi juara.

Jika Juventus sangat disegani di Italia, maka Milan adalah klub dengan titel internasional terbanyak. Diavolo Rosso bahkan menjadi klub dengan titel internasional terbanyak di dunia dengan jumlah 18, status yang mereka miliki bersama Boca Juniors. Sementara Juventus berada di posisi empat daftar yang sama dengan koleksi 11 tropi ajang internasional.

Di Liga Champions Milan punya tujuh tropi juara di lemarinya, sedangkan Juventus baru dua. Sementara di Kejuaraan Dunia Antarklub, 'Si Hitam Merah' punya empat tropi atau unggul dua atas 'Si Putih Hitam'.

Satu-satunya kekalahan Milan atas Juventus di event internasional adalah di Piala UEFA di mana Milan belum pernah jadi juara sementara Juve tiga kali keluar sebagai pemenang.

Head to Head

Sementara jika dihitung head to head sejak musim 1993-1994, Juventus masih unggul tipis atas Milan. Dari 30 laga yang mempertemukan keduanya di berbagai ajang, Juve memetik 11 kemenangan dan 11 lainnya berkesudahan imbang. Milan memenangi sisanya atau total berjumlah delapan laga.

Bermain di kandang sendiri juga akan memberikan keuntungan tambahan buat Juventus. Sepanjang sejarah pertemuan dengan Milan, presentasi kemenangan tuan rumah adalah 50%. Prosntase kemenangan Milan di kandang Juventus tak bisa dibilang kecil karena mencapai 25%, sementara 25% sisanya berkesudahan imbang.

Berikut perolehan titel kedua tim di Italia
Juventus: Scudetto 27; Copa Italia 9, Super Copa Italia 4
AC Milan: Scudetto 17; Copa Italia 5, Super Copa Italia 5

Titel Internasional
AC Milan: Intercontinental Cup/FIFA Club World Championships 4; Liga Champions 7; Piala Winners 2; Piala Super Eropa 5
Juventus: Intercontinental Cup/FIFA Club World Championships 2; Liga Champions 2; Piala Winners 1; Piala UEFA 3; Piala Super Eropa 2
Read More......

Jelang Bigmatch Juve Vs Milan


Juventus akan memenangi laga kontra AC Milan untuk terus menguntit Inter Milan di puncak klasemen. Karena kalah, Rossoneri makin tercecer dalam perjalanan menuju scudetto.

Demikian gambaran yang terlihat di beberapa rumah judi online hasil pengamatan detiksport, Jumat (12/12/2008) pagi WIB. Juventus yang akan bertindak sebagai tuan rumah diyakini akan meraih kemenangan dan melanjutkan pengejarannya atas Inter.

William Hill misalnya, mereka menjagokan Bianconeri akan menambah tiga poin dari pekan ke-16 ini dengan koefisien 2,20. Sementara untuk Milan diberikan koefisien 3,10. Sedangkan peluang laga berkesudahan imbang diberikan pada angka 2,87.

Meski kini sama-sama duduk punya poin 30, kondisi Milan jelang big match ini bisa dibilang lebih mengkhawatirkan. Carlo Ancelotti masih dirundung cedera pemain, nama terakhir yang hilang dari skuadnya adalah Gennaro Gattuso, menyusul beberapa pemain lain seperti Alessandro Nesta, Andre Pirlo, dan Marco Boriello.

Mungkin karena alasan yang sama pula Bwin menempat Juventus sebagai tim yang lebih diunggulkan untuk bisa menang. 'Si Nyonya Tua' diberi koefisien 2,20, sedangkan 'Si Setan Merah'3,30 dengan koefisien untuk hasil imbang pada angka 2,90.

Selain kondisi pemain, tren yang tengah dijalani Juventus juga lebih baik dibanding musuh bebuyutannya itu. Di luar kekalahan atas Inter dua pekan lalu, skuad Claudio Ranieri selalu memetik kemenangan di delapan pertandingan terakhir. Sementara dalam kurun yang sama, pasukan Carlo Ancelotti menderita sekali kalah dan dua hasil imbang.

Diunggulkannya Juve atas Milan juga ditemui di Ladbrokes yang menempatkan Juventus pada posisi 2,20 sedangkan Milan di angka 3,00. Peluang Milan untuk keluar sebagai pemenang sama dengan kemungkinan laga berkesudahan imbang, yakni 3,00.

Meski banyak pihak menyebut laga ini akan menjadi penentu nasib kedua tim dalam pengejaran scudetto, tapi Ranieri mengingatkan kalau perjalanan untuk memcapai titel juara masih panjang.

"Ini laga besar antar dua tim yang membawa sepakbola Italia untuk menarik perhatian dunia. Pertandingan ini sangat berarti, tapi tidak menentukan. Saya yakin masih banyak tim akan masuk dalam persaingan gelar hingga akhir," ungkap Ranieri.

Bursa taruhan Juventus vs Milan
William Hill:
Juventus menang 2,20
Milan menang 3,10
Imbang 2,87

Bwin
Juventus menang 2,20
Milan menang 3,30
Imbang 2,90

Ladbrokes
Juventus menang 2,20
Milan menang 3,00
Imbang 3,00
Read More......

Thursday, December 11, 2008

Giovonco siap lagi untuk eksekusi penalti


Sebastian Giovinco punya peluang besar memenangkan Juventus dari sebuah titik berjarak 11 meter ke arah gawang, di mana dia tinggal berhadapan dengan kiper BATE Borisov. Gagal menuntaskan peluang, dia pun minta maaf meski tetap pede untuk mengeksekusi penalti lagi jika ada peluang.

Pada menit 55 partai Juve kontra BATE di matchday 6 Liga Champions, Kamis (11/12/2008) dinihari WIB, 'Bianconeri' dihadiahi tendangan penalti. Tapi Alessandro Del Piero yang biasanya jadi eksekutor sepakan 12 pas masih berada di bangku cadangan.

Alhasil, tugas menjebol gawang lawan dari titik putih diserahkan kepada Giovinco yang juga piawai menuntaskan bola-bola mati. Gelandang serang 21 tahun itu maju, siap menyepak si kulit bundar melewati hadangan kiper lawan.

Akan tetapi, sepakannya malah melayang di atas mistar gawang. Kegagalan Giovinco mengeksekusi penalti lantas membuat 'Si Nyonya Tua' juga tak kuasa mengalahkan BATE, meski Juve tetap lolos jadi juara grup.

Giovinco pun menyatakan penyesalan. Tapi dia juga sekaligus menambahkan kalau kegagalan tak bikin kepercayaan dirinya pupus untuk mengambil penalti lagi suatu hari nanti.

"Aku benar-benar minta maaf kepada rekan-rekan setim dan kepada fans, tapi aku janji akan mencoba lagi," ucap dia kepada Sky, seraya menyunggingkan senyum.

"Untungnya itu tak membuat kami kehilangan posisi atas grup, jadi kami tetap senang dengan penampilan kami walau cuma bermain seri," demikian Giovinco.

Giovinco boleh lega karena dia sudah dimaafkan, setidaknya oleh allenatore-nya sendiri, Claudio Ranieri.
Read More......

Giovonco gagal eksekusi pinalti


Sebastian Giovinco semestinya bisa membuat Juventus mengalahkan BATE Borisov, namun ia gagal melakukannya. Meski begitu hal tersebut tidak membuat pelatih Claudio Ranieri murka. Kenapa?

Dalam pertandingan Grup H Liga Champions di Olimpico Turin Kamis (11/12/2008) dinihari WIB, Giovinco gagal mengeksekusi penalti yang didapat Juve pada menit ke-53 setelah sepakannya melayang diatas mistar. La Vecchia Signora pun harus menyudahi laga dengan skor 0-0.

Kemenangan yang hilang akibat gagalnya penalti tersebut tidak membuat Ranieri kecewa pada Giovinco. Hal ini disebabkan karena pemain yang disebut-sebut sebagai 'The Next Del Piero' ini menunjukkan performa yang gemilang di laga tersebut.

"Saya sangat senang dengan performa Giovinco. Kegagalan penalti tersebut memalukan, namun itu bisa terjadi pada semua orang," tukas Ranieri seperti dilansir Channel4.

"Dia bermain dengan sikap yang luar biasa, bermain sesuai arahan saya. Dan dia juga melakukan operan yang baik. Permainannya lebih dari sekadar positif," yakin mantan pembesut Chelsea dan Valencia ini.

Dalam pertandingan tersebut, Giovinco yang dipasang sebagai starter memang acap membahayakan pertahanan BATE. Tusukannya dengan aksi individu menawan, umpan, plus tendangan bebas indahnya hampir saja merobek pertahanan tim tamu. Namun sayang baginya, performa baiknya di lapangan harus dinodai dengan kegagalannya mengeksekusi penalti.

Saat melawan Lecce pada Liga Italia pekan lalu, Giovinco bermain baik dan menjadi bintang kemenangan Juve dengan melesakkan gol indah melalui tendangan bebas. Pertandingan pun berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk "Si Nyonya Tua".
Read More......

Juve juara grup walau imbang

Real Madrid sukses mengatasi Zenit St Petersburg 3-0 dalam debut pelatih Juande Ramos. Namun juara grup H berhasil diraih oleh Juventus meskipun ditahan imbang BATE Borisov tanpa gol.

Juve akhirnya memastikan diri sebagai yang terbaik dari grup ini meskipun hanya bermain seri 0-0 dengan BATE di Stadio Olimpico Grande Torino, Kamis (11/12/2008) dinihari WIB. Satu poin sudah cukup membawa I Bianconeri memuncaki klasemen.

Sementara Madrid berhasil mengalahkan Zenit St Petersburg dengan tiga gol tanpa balas. Kemenangan tersebut membuat Madrid mengumpulkan 12 poin atau sama dengan Juve tapi kalah head to head dengan klub Italia itu.

Susunan Pemain

Juventus: 13-Alexander Manninger; 21-Zdenek Grygera, 33-Nicola Legrottaglie, 4-Olof Mellberg, 28-Cristian Molinaro; 32-Marco Marchionni, 6-Cristiano Zanetti, 11-Pavel Nedved (36-Luca Castiglia 90+2), 29-Paolo De Ceglie; 8-Amauri (10-Alessandro Del Piero 57), 20-Sebastian Giovinco (35-Simone Esposito 87)

BATE Borisov: 16-Sergei Veremko; 14-Anri Khagush, 24-Vitali Kazantsev, 3-Sergei Sosnovski, 55-Aleksandr Yurevich; 17-Mikhail Sivakov, 2-Dmitri Likhtarovich (8-Aleksandr Volodko 57); 10-Sergei Kryvets (7-Aleksandr Ermakovich 89), 9-Gennadi Bliznyuk, 22-Igor Stasevich (13-Pavel Nekhaychik 61); 20-Vitali Rodionov

Read More......

Tuesday, December 9, 2008

Ranieri : Juve pantang menyerah


Claudio Ranieri puas akan semangat skuadnya saat mengalahkan Lecce. Pelatih Juventus ini yakin mereka mampu bertarung hingga akhir guna meraih gelar Scudetto.

Juve akhirnya sukses merebut tiga poin setelah mengatasi Lecce 2-1 guna terus menempel Inter Milan di puncak klasemen. Kemenangan I Bianconeri dalam pertandingan tersebut dipastikan lewat gol Amauri menjelang akhir pertandingan.

Ranieri memuji kerja keras yang pantang menyerah untuk meraih kemenangan ini. "Ini pertandingan sulit, Lecce sangat bagus dalam menutup ruang," ungkap pelatih Juventus ini seperti dilansir Yahoo Sport.

"Kami mencoba membukanya lewat [Sebastian] Giovinco. Namun setelah [Daniele] Cacia menyamakan kedudukan, para pemain menunjukkan bahwa kami menginginkan kemenangan ini," tegas Ranieri.

Kini Juve dan Inter tetap terpaut enam poin. Namun Ranieri tetap menyatakan keyakinannya bahwa skuadnya punya kemampuann untuk bertarung dalam perebutan gelar Scudeto hingga akhir musim.

"Kami tetap yakin akan Scudetto. Saya pikir Inter belum 'membunuh' kejuaraan ini, meskipun mereka tidak dapat disangkal merupakan tim yang sangat kuat," kata mantan pelatih Parma itu.
Read More......

Gol Amauri menit terakhir menangkan Juventus


Gol Amauri di akhir pertandingan memastikan kemenangan Juventus 2-1 atas Lecce. Hasil tersebut membuat Juve tetap terus menempel Inter Milan.

Amauri menjadi bintang bagi Juve di giornata ke-15 ini setelah memastikan kemenangan skuadnya menjelang akhir pertandingan. Juve sempat unggul lebih dulu lewat gol Sebastian Giovinco sebelum disamakan oleh Daniele Cacia.

Hasil itu membuat I Bianconeri meraih 30 poin dan tetap bertengger di posisi kedua dengan selisih enam poin dari pimpinan klasemen, Inter. Sementara AC Milan juga meraih poin yang sama setelah menang 1-0 atas Catania namun kalah selisih gol.

Pada pertandingan di Stadio Via Del Mare, Minggu (7/12/2008), Juve menekan sejak awal pertandingan. Giovinco mendapatkan di kotak penalti namun striker muda ini rupanya tidak tenang sehingga dengan mudah bola disapu pemain Lecce.

Sementara Marco Marchionni di menit ke-16 mencoba mengancam dengan tendangan volleynya namun bola masih melebar. Sedangkan di menit ke-25, Pavel Nedved sempat dijatuhkan dikotak penalti namun wasit menyatakan bukan pelanggaran.

Bola jatuh ke kaki Sissoko yang mencoba bergerak di kotak penalti sayang pemain Mali ini gagal menyelesaikannya dengan baik. Giovinco kembali punya peluang dan mencoba melewati kiper Lecce tapi Francesco Benussi dapat menghalau bola tersebut.

Babak pertama berakhir dengan skor kacamata. Di babak kedua I Bianconeri kembali mengambil inisiatif serangan dan sebuah tembakan dilepaskan oleh Amauri namun masih berada di atas mistar gawang setelah mendapatkan umpan dari Giovinco.

Kerja keras The Old Lady akhirnya membuahkan hasil. Pada menit ke-57, Gionvico akhirnya berhasil menjebol gawang Lecce lewat tendangan bebasnya yang melengkung. Benussi mampu menjangkau bola namun gagal menghalaunya. 1-0 untuk Juve.

Tertinggal 0-1 tuan rumah Lecce mulai mencoba menekan. Pada menit ke-67 sebuah sundulan Tiribocchi berada tipis di samping gawang Juve. Ancaman masih terus dilakukan oleh Lecce lewat sundulan Fabiano yang masih berada di atas mistar gawang.

Akhirnya di menit ke-83 Lecce mampu menyamakan kedudukan. Gol tersebut dicetak oleh pemain pengganti Cacia lewat tendangan volleynya ke tiang jauh. Sementara maninnger tidak mampu menghentikan bola tersebut.

Hasil 1-1 membuat Juve semakin ngotot menekan. Di menit akhir pertandingan Amauri berhasil memastikan kemenangan Juve. Striker asal Brasil ini sukses mengatasi Benussi lewat sundulannya setelah memanfaatkan crossing De Ceglie dari sayap kanan.

Susunan pemain :

Lecce: Benussi; Schiavi (Giuliatto 69), Stendardo, Fabiano, Esposito; Munari (Cacia 80), Giacomazzi, Vives, Ariatti; Castillo, Tiribocchi

Juventus: Manninger; Grygera, Legrottaglie, Chiellini, Molinaro; Marchionni (De Ceglie 82), Sissoko, Marchisio, Nedved; Giovinco, Amauri
Read More......